PIDATO
PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-89 TAHUN 2017
SAMBUTAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA PADA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA
Assalamu'alaikum Warahmatulllahi wabarakaatuh
Salam sejahtera bagi kita semua
Om swasti astu
Namo Budaya
Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Tuhan Yang
Maha Esa. Atas perkenaan rahmat dan hidayah-Nya kita semua masih diberi
kesempatan dalam kondisi sehat wal'afiat untuk memperingati Hari Sumpah
Pemuda .
Melalui peringatan hari sumpah pemuda tahun ini kami menyampaikan salam
hangat bagi tokoh-tokoh pemuda di seluruh penjuru negeri dan manca
negara beserta keluarga untuk tetap berjuang dan berupaya sekuat tenaga
demi kemajuan dan kemakmuran Bangsa Indonesia, dan terus menjaga
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Penghargaan dan hormat kita semua kepada Bung Karno bapak bangsa tokoh
pemuda masa itu, yang menerikka kalimat yang sangat terkenal "Beri aku
1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, Beri aku 10
pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia"
Hadirin para pemuda Indonesia yang saya banggakan.
Saat pertama kali mendengar pidato Bung Karno ini, kita mungkin sempat
bertanya-tanya. Apakah mungkin dan bagaimana caranya, hanya dengan 10
pemuda, sebuah negara bisa mengguncangkan dunia?
Jawaban atas pertanyaan ini akan kita temukan melalui fakta-fakta berikut ini.
Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia
sesuai dengan UU no.40 tahun 2009 tentang kepemudaan dengan range usia
antara 16-30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang atau 24,5% dari total
jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 orang (BPS, 2014).
Secara kuantitas angka 24,5% ini cukuplah besar. Ditambah lagi dengan
waktu dekat ini mulai Tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati
suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi. Dimana jumlah
usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi
sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk
Indonesia sebesar 297 juta jiwa.
Bonus demografi menjadi window opportunity (peluang) yang sangat
strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan
pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia
usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. Rasio sederhananya
dapat digambarkan bahwa disetiap 100 penduduk Indonesia, terdapat 64
orang yang berusia produktif, sisanya 46 orag adalah usia anak-anak dan
lansia. Rasio usia produktif di atas 64% sudah lebih dari cukup bagi
Indonesia untuk melesat menjadi negara maju. Itu adalah rasio usia
produktif terbaik Indonesia yang mulai kita nikmati nanti Tahun 2020 dan
akan berakhir pada tahun 2035.
Lantas, pertanyaan lainnya adalah, apa relevansinya bonus demografi
Indonesia dengan pidato bung Karno tentang 10 pemuda akan mengguncang
dunia?
Jika kita merenung dan merefleksikan pidato Bung Karno, maka sejatinya
jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi
bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia. Bung karno tidak
perlu menunggu bonus demografi untuk bisa memberikan kehormatan yang
layak bagi bangsa dan negaranya. Bung karno hanya membutuhkan
pemuda-pemudi unggul yang memilik kualitas dan visi yang besar dalam
menatap dunia.
Hadirin para pemuda Indonesia yang saya banggakan,
Ketika beberapa waktu yang lalu, Indonesia berhasil mengantarkan seorang
pemuda Indonesia usia 23 tahun bernama Rio Haryantoo ke level tertinggi
balap mobil F1, kita baru menyadari pernyataan Bung Karno bukan isapan
jempol semata. Seluruh mata dunia terbelalak. Dunia balap Internasional
seolah tidak percaya ada anak Indonesia berhasil menembus balapan paling
bergengsi dunia.
Begitupun ketika kita berhasil mengembalikan tradisi emas di ajang
Olimpiade Rio de jeneiro Brasil melalui cabang olahraga Bulu tangkis,
dunia juga berguncang. Semua pun tahu peraih medali emas itu adalah
Owi-Butet, anak muda berusia 27 dan 30 tahun.
Bukan hanya di ajang olaharga, di sektor-sektor lain seperti industri
kreatif, kita juga menemukan talenta-talenta muda Indonesia yang
berhasil mengharumkan negara dan bangsa di Kancah Internasional. Ada Joe
Taslim, aktor muda yang berhasil mengguncang panggung hollywood melalui
film Fast and Furious. Ada juga sutradara muda usia 27 tahun asal
Blitar Jawa Timur, Livi Zheng yang berhasil mengguncang panggung
perfilman hollywood melalui karya berkelasnya.
Di dunia musik, kita punya Sandhy Sundoro musisi muda Indonesia yang di
usianya 28 tahun telah berhasil menyabet penghargaan Internasional
Contest of Young Pop Singer di Latvia pada 2009 dengan mendapatkan nilai
nyaris sempurna dari seluruh juri. Data BPS menyebutkan bahwa Industri
Kreatif hari ini menyumbang tidak kurang dari 7 persen dati total Produk
Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sebuah kontribusi yang tidak bisa
dianggap kecil ditengah pelambatan ekonomi dunia.
Hari ini, kita juga memiliki anak-anak muda potensial dibidang start up,
yang omzetnya mengundang decak kagum pebisnis online dunia. Ada Nadiem
Makarin, pendiri Go-Jek, ada Achman Zaky, CEO bukalapak dan raturan
CEO-CEO muda Indonesia dibidang Teknologi Informasi yang dipercaya oleh
perusahaan multinasional tahun 2015, dilaporkan terdapat 62 start up
Indonesia yang kebanjiran dana investasi hingga puluhan triliun rupiah.
Omzet belanja online (e-commerce) Indonesia sendiri pada tahun 2015
dilaporkan telah mencapai Rp. 200 triliun lebih (Kemendag, 2015). Jika
tren ini bisa dikelola dengan baik, maka perekonomian Indonesia akan
maju pesat. Tentu, dengan catatan bahwa dari lalu lintas dan mata rantai
bisnis online tersebut, para pemuda Indonesia harus berada pada posisi
sebagai produsen bukan sekedar sebagai konsumen.
Selain pencapaian di bidang teknologi Informasi, kita juga punya
anak-anak mudah hebat sekelas Gamal Ali Bin Said, 27 asal Malang Jawa
Timur yang berhasil mencuri perhatian Pangeran Charles Inggris atas
inovasi Asuransi Bank Sampahnya. Termasuk, beberapa waktu lalu kita juga
dibuat bangga oleh Diplomat Muda Indonesia, Nara Masista Rakhmatia yang
mampu mengguncang persidangan PBB karena diplomasinya yang keras,
cerdas dan tegas melindungi Papua dari rongrongan negara-negara asing.
Hadirin para pemuda Indonesia yang saya banggakan.
Hari ini adalah hari kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan
teknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus
bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk
kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia, terutama di mata dunia.
Rasanya tidak cukup jika harus menuliskan semua nama pemuda Indonesia
yang hari ini mengaharukan nama Indonesia di kancah Internasional.
Tokoh-tokoh pemuda yang disebutkan tadi hanyalah contoh untuk mengingat
kembali pesan BUng Karno bahwa dengan pemuda yang hebat, kita
benar-benar bisa menaklukkan dunia. julah yang besar saja tidaklah cukup
tanpa diimbangi dengan kualitas yang baik. Tugas kita semua untuk
menjadikan Bonus Demografi ini memiliki makna bagi percepatan
pembangunan di Indonesia.
Mari kita buktikan dalam sejarah Indoneisa, untuk kesekian kalinya
pemuda Indoneisa menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia. Bonus
demografi menjadi kesempatan kita satu-satunya untuk memastikan
percepatan pembangunan ekonomi Indonesia menjadi negara maju sejajar
dengan negara-negara besar lainnya. Di depan mata kita ada MEA dan
Perdagangan Bebas Asia dan Dunia. Saatnya pemuda Indonesia membangun
visi yang besar menatap dunia.
Terimakasih..

Komentar
Posting Komentar